Tampilkan postingan dengan label DI WILAYAH PERAIRAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DI WILAYAH PERAIRAN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Juni 2017

UPAYA MEMOTIVASI DIRI SENDIRI SELAKU PEMIMPIN UNTUK TERCAPAINYA TUJUAN

UPAYA MEMOTIVASI DIRI SENDIRI SELAKU PEMIMPIN 
UNTUK TERCAPAINYA TUJUAN

      Di dalam suatu organisasi, keberhasialan maupun kegagalan sebagaian besar ditentukan oleh pemimpinya, karena pemimpinlah yang dapat menetukan arah dalam pencapaiyan tujuan organisasi. Pemimpin dalam setiap organisasi memiliki posisi yang sangat penting untuk dapat menggerakan bawahanya.

        Seorang pemimpin dalam setiap aktivitasnya harus selalu berusaha untuk mennghasilankan hal-hal yang produktif dan berkualitas untuk menjadi yang terbaik dan unggul. setiap waktu yang terpakai dan dalam setiap aktivitas yang dilakukan harus dapat memberikan manfaat sehingga tidak ada hal yang sia-sia. Pemimpin yang demiian adalah pemimpin yang memiliki Sense of pourpose, memiliki visi dan tujuan yang jelas sehingga setiap keputusan dan tindak yang dismbilnya selalu terencana serta memiliki dampak yang terukur. setiap capaian2 yang dihasilkan selalu dievaluasi sehingga sekecil apaun kelemahan dan kekurangan yang terjadi akan secepatnya dapat diperbaiki.

      Terkait dengan kondisi di Wilayah X maka hal2 yang perlu dilakukan oleh seseorang sebagai bentuk memotivasi diri sendiri adalah sebagai berikut :
a.   sadari dan syukuri bahwa saat in kita mendapat amanah untuk menjabat sebagai seorang Kepala yang berarti kita memiliki tanggungjawab besar dan penuh terhadap anggota serta keberlangsungan organisasi yang kita pimpin. menjadi seorang Kepala merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi kita serta keluarga.

b.     Amanah tersebut tidak semata-maat berasal dari pemipin di atas kita namun perlu kita sadari juga bahwa yang paling utama adalah amanah tersebut datangnya dari Tuhan YME yang dianugerahkan kepada kita.

c.     tidak semua perwira menengah Polri yang telah memenuhi syarat mendapatkan kesempatan untuk menduduki jabatan sebagai seorang Pemimpin. Jabatan sebagai Seorang Pemimpin tentunya merupakan suatu bentuk penghargaan terhadap diri kita yang telah dianggap mampu oleh pemipin untuk memimpin suatu organisasi. kemampuan tersebut harus dapat kita tunjukan dengan merubah suatu organisasi ke arah yang lebih baik yang dapat memenuhi keinginan masyarakat. tentunya menjadi suatu hal yang sia2 dalam hidup kita apabila kesempatan tersebut tidak akan memanfaatkan dengan baik dan benar dengan mengabdikan diri kita kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Selasa, 15 Desember 2015

clik ajah disinii

coba klik apa yang terjadi bila anda mauuu 
http://theyouthjob.com/?ref=214157

Selasa, 11 Agustus 2015



UPAYA PENANGGULANGAN PEROMPAKAN
 DI WILAYAH PERAIRAN SELAT MALAKA

BAB  I
PENDAHULUAN


1.           Latar belakang.
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan negara kepulauan (archipelogic) terbesar di dunia yang memiliki   + 17.506 pulau, dengan luas lautnya mencapai 5,8 juta km wilayah NKRI terletak pada posisi silang dunia diantara dua benua dan dua samudera, posisi geografis yang demikian ini menyebabkan laut diantara pulau-pulau menjadi alur laut yang sangat penting artinya bagi lalu lintas pelayaran internasional.
Selama ini orientasi pembangunan yang lebih menitik beratkan pada sumber daya kekayaan alam di darat telah bergeser ke laut, karena sumber kekayaan di darat telah semakin berkurang serta terganggu keseimbangan lingkungan dan kelestariannya, bahkan sudah mulai mengalami titik kritis dan kejenuhan sehingga kebutuhan lahan ekonomi di darat terasa menjadi semakin terbatas. Kondisi yang demikian ini menyebabkan para penentu kebijakan dibagian negara berupaya untuk mencari sumber-sumber ekonomi baru bagi kelangsungan hidup dan masa depan bangsanya dari sumber kekayaan alam kelautan.
Sumber kekayaan alam negara kepulauan Indonesia di laut yang sangat kaya tersebut telah memancing pihak-pihak tertentu untuk memanfaatkan secara illegal. Hal ini tidak saja mengganggu stabilitas keamanan di laut, namun juga merupakan potensi konflilk dengan negara-negara lain apabila tidak dikelola secara tepat dan benar, yang pada akhirnya akan mengancam pencapaian tujuan nasional.
Bahwa untuk mencegah terjadinya kemungkinan ancaman akan keamanan yang akan berdampak negatif terhadap pandangan dunia internasional terhadap situasi alur pelayaran diwilayah perairan Indonesia khususnya Selat Malaka.
Banyak kejadian-kejadian tentang piracy yang diekploitasi oleh IMB              (International Maritime Bureau) dan di blow up ke seluruh dunia yang pada akhirnya Indonesia dijadikan suatu black area yang menduduki rangking tertinggi perihal piracy. Masih banyak kerancuan baik dari segi pengertian piracy itu sendiri maupun kejadian yang sebenarnya terjadi.
Terlepas dari pengertian diatas, Kepolisian Negara Republik Indonesia selaku aparat negara yang bertugas melindungi, mengayomi, melayani dan melaksanakan penegakkan hukum diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia termasuk wilayah perairan.
Selat Malaka merupakan alur laut yang paling sering dilalui/dilewati oleh kapal-kapal baik asing maupun lokal, baik niaga maupun swasta. Dengan kenyataan tersebut Selat Malaka merupakan alternatif utama bagi para pengguna jasa kelautan baik dari segi singkatnya waktu maupun segi jaminan keamanan cuacanya. Namun dari segi keamanan situasi kondisinya belum bisa menjanjikan ataupun memberikan rasa aman. Melihat latar belakang kesemuanya itu Penulis merasa terpanggil untuk turut memberikan sumbang pemikiran berupa penulisan upaya penanggulangan perompakan di wilayah perairan Selat Malaka.  
2.           Dasar :
a.       Surat Perintah Kapolri No. Pol : Sprin/242/II/2004 tanggal 17 Pebruari 2004, tentang Penyelenggaraan Sespim Polri Dikreg    Ke-40 TP 2004.
b.       Surat Perintah Kapolri No. Pol : Sprin/85/II/2004 tanggal   17 Pebruari 2002,  tentang Kurikulum  Sespim Polri Dikreg   ke–40 TP.2004.
c.            Kalender pendidikan Pasis Sespim Polri Dikreg ke-40  TP. 2004
d.           Surat perintah Ka Sespim Polri No. Pol : Sprin/112/VI/2004         tanggal 2 Juni 2004, tentang penetapan  judul serta penunjukan pendamping/konsultan diskusi pembuatan Naskah Karya Akademik Perorangan Perwira Siswa Sespim Polri Dikreg ke-40  TP.2004.
3.           Permasalahan dan Persoalan.
a.           Permasalahan
Sesuai dengan judul tersebut diatas dirumuskan permasalahan sebagai berikut ; “ Bagaimana Upaya Penanggulangan Perompakan di Wilayah Perairan Selat Malaka “.

b.           Persoalan
Dari pokok permasalahan tersebut diatas, dapat dirumuskan persoalan-persoalan sebagai berikut :
1)           Bagaimana situasi umum perairan Indonesia.
2)           Bagaimana gangguan kamtibmas perompakan.
3)           Bagaimana penanggulangan perompakan oleh Polri.
4)           Bagaimana upaya Polri dalam menangulangi perompakan di wilayah perairan Selat Malaka.
4.           Metoda dan Pendekatan.
a.           Metoda dalam penulisan Naskah Akademik Karya Perorangan ini adalah menggunakan metoda deskriptif analitis, yaitu penulis berusaha memaparkan hasil-hasil pengumpulan data dilapangan dengan cara melihat, mengamati, mencatat kemudian dikaji dan dianalisa, sehingga dapat diketahui hubungannya serta dapat mengungkap permasalahan-permasalahan secara obyektif sebagai bahan pemecahan masalah selanjutnya 1)
b.           Pendekatan.
Pendekatan penulisan ini dilakukan melalui ;
1)           Pendekatan sosiologis karena mempelajari gejala umum yang ada   pada   setiap   interaksi   sosial   antara   manusia  dalam masyarakatnya  secara  mendalam dalam hal ini sosialisasi nilai


 
1)         KOMARUDIN, Drs., Kamus istilah skripsi dan Tesis, Bandung, Angkasa 1960, 31

dan norma antara Polisi dengan lingkungannya maupun polisi dengan masyarakat. 2)
2)           Pendekatan Ilmu Kepolisian, karena menyangkut masalah–masalah kamtibmas sebagai tugas inti Kepolisian, sebagai field studinya yang tidak ada dalam ilmu lain. 3)
3)           Pendekatan tugas Kepolisian karena membahas berdasarkan tugas pokok Polri yakni sebagai penegak hukum, pelindung, pelayan, pembina dan pengayom masyarakat. 4)
5.           Maksud dan Tujuan.
a.           Maksud dari pada penulisan ini adalah :
1).      Memberikan gambaran tentang bagaimana Polisi Perairan menanggulangi kasus perompakan di wilayah perairan Selat Malaka.
2)       Memenuhi tugas yang diberikan kepada Perwira Siswa Sespim Polri Dikreg Ke–40  TP.2004.
b.           Tujuannya adalah dalam rangka memberikan masukan dan sumbang pemikiran   yang   kiranya   dapat   berguna   serta   bermanfaat  bagi pelaksanaan tugas Polri umumnya dan Polisi Perairan pada khususnya.



 
          2)  SOERYONO SOEKAMTO, Sosiologi, Jakarta, Radar Raya, 1982, 19
          3)  MOERSALEH, M.Sc. Opcit, hal. 32
            4)  TJUK SUGIARSO, Ensiklopedia Kepolisian, Jakarta PTIK, 1986, 67
6.           Ruang Lingkup.
Lingkup bahasan dalam penulisan ini terbatas pada upaya Polisi Perairan sebagai salah satu aparat penegak hukum di wilayah perairan yang memiliki alat utama kapal dalam penanggulangan perompakan di wilayah perairan Selat Malaka yang menjadi tolak ukur ataupun standar keamanan bagi pengguna jasa pelayaran nasional maupun internasional.
7.           Sisitimatika.
I.            Pendahuluan
II.          Situasi Umum
III.        Gangguan kamtibmas perompakan.
IV.         Penangulangan perompakan oleh Polri.
V.           Upaya penanggulangan perompakan di Selat Malaka.
VI.         Penutup